• +6221 - 3190 9100
  • support@gotongroyong.fund

Mengembalikan Penglihatan Penduduk Miskin di NTT

anakkatarak.jpg

 

Kebutaan masih dapat disembuhkan

Lebih dari 3,4 juta orang di Indonesia membutuhkan penanganan untuk penyakit katarak. Bahkan angka ini kemungkinan besar akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Apalagi masalah utamanya, dari angka tersebut kebanyakan sudah tidak dapat melihat dan menggantungkan diri pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Padahal, penyakit katarak tersebut dapat disembuhkan melalui operasi medis yang hanya memakan waktu 15 menit.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa penyakit katarak muncul dan berkembang dalam waktu yang lama karena terpapar sinar ultra violet dari matahari secara terus menerus. Bahkan beberapa orang sudah terkena katarak pada usia yang sangat muda, karena mereka memiliki gen yang rentan terkena penyakit tersebut. Dari penelitian pada anak di NTT, ada dua anak yang masih berusia 15 dan 18 bulan yang sudah terjangkiti katarak. Mereka berasal dari keluarga miskin yang tidak mampu memberikan pengobatan pada sang anak. Selain mereka, banyak anak diantara usia 6-14 tahun yang kehilangan kesempatannya menikmati masa-masa sekolah hanya karena penyakit katarak yang tidak ditangani.

Masalah

Permasalahan utamanya adalah jumlah dokter mata yang berpengalaman di Indonesia hanya 2.000 orang, sementara total populasi Indonesia adalah 250 juta orang lebih. Ini berati hanya ada 2.000 dokter yang berdedikasi untuk melakukan operasi pada 6,8 juta untuk setiap mata.

Sebenarnya, operasi katarak ditanggung oleh BPJS, namun pada kenyataannya di beberapa daerah terpencil, dokter mata sangatlah jarang. Kemiskinan membuat kebutaan yang menghalangi produktifitas orang-orang.

NTT menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia yang sangat kekurangan dokter mata. Bahkan di salah satu daerah di Timor Tengah Selatan, hanya ada satu orang dokter mata.

Solusi

Yayasah Besi Pae (www.besipae.org) bekerja sama dengan Asosiasi Dokter Mata Indonesia, Perdami (www.perdami.or.id) di area Bali peduli dengan permasalahan di NTT tersebut. Pada bulan November 2015, melalui bantuan finansial dari Bambusee Pte Ltd (www.bambusee.com) sudah melakukan tes mata kepada lebih dari 300 orang dan 109 orang berhasil disembuhkan dari katarak melalui operasi.

Saat itu, Perdami menyediakan satu team dokter dan perawat selama 5 hari untuk melakukan operasi katarak tersebut. Besi Pae menyediakan bantuan logistik dan informasi melalui komunitas mengenai kesempatan untuk melakukan tes mata dan operasi katarak. Besi Pae bekerja sama dengan klinik Maternal Health Care di Soe, NTT yang menjadi tempat operasinya.

Selain Perdami dan Besi Pae, Bambusee juga menjadi penyedia dana bagi kegiatan sosial tersebut termasuk mendatangkan team dokter beserta 4 alat mikroskop spesialis untuk operasi ke Kupang, akomodasi dan transportasi daratnya.

Pengaruh Postif

Selama bulan November 2015, lebih dari 400 orang berhasil menjalani tes mata dan lebih dari 100 operasi katarak berhasil dilakukan. Bisa dikatakan 100% operasi mata sukses dilakukan kepada 109 pasien katarak.

Saat itu Perdami melibatkan 3 calon dokter untuk kegiatan sosial ini dan memberikan pengalaman praktek yang krusial sebelum mereka menjadi dokter spesialis mata. Kini, ketiga calon dokter tersebut sudah menjadi dokter spesialis mata.

Bantuan Finansial

Saat ini Yayasan Besi Pae sedang mencari dana sebesar Rp 30.000.000 untuk membiayai kegiatan sosial selanjutnya yang akan dilakukan pada bulan April 2016.

Dana tersebut disusun berdasarkan pengeluaran yang sudah dilakukan pada bulan November lalu. Untuk biaya operasi kataraknya akan ditanggung oleh Perdami, sedangkan Besi Pae akan menanggung semua kebutuhan selama di sana termasuk transportasi dan logistik dari relawan. Besi Pae sama sekali tidak menerima pembayaran apapun untuk kegiatan sosial ini. 

default
David Shirley
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
tim walsh
Rp. 2.500.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
nigs
Rp. 2.500.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
tim walsh
Rp. 1.500.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
David
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Sutrisna
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Agnes
Rp. 500.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
aisya
Rp. 500.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
Stephen
Rp. 500.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
Bastian Sagild
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Sally
Rp. 2.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Luke Swainson
Rp. 500.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
Roslinda Perangin Angin
Rp. 500.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
IAN ATKISON
Rp. 4.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Bambusee
Rp. 6.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
LeRoy Hollenbeck
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Dini
Rp. 1.000.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak
default
Anne and Andrew
Rp. 2.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
Anonymous
Rp. 5.000.000 - Kacamata Bambusee
default
Ewa Wojkowska
Rp. 1.000.000 - T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae
default
nigs
Rp. 10.000.000 - Kacamata Bambusee

Please use hashtag #gotongroyong

Rp 45.000.000
of Rp 30.000.000

21 pledger

Successful !

project finished at 2016-04-01

Created By
Besi Pae

,

Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak

(94 of 100 Available)
Kartu ucapan terima kasih dari pasien katarak

T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae

(87 of 100 Available)
T-shirt penghargaan dari Perdamai dan Besi Pae

Kacamata Bambusee

(98 of 100 Available)
Kacamata Bambusee

Soe selama kegiatan sosial (operasi katarak) dilakukan

(100 of 100 Available)
Soe selama kegiatan sosial (operasi katarak) dilakukan
Share This