• +6221 - 3190 9100
  • support@gotongroyong.fund

Mengembalikan Penglihatan Penduduk Miskin di NTT - Operasi Putaran Oktober 2016

IMG-20160502-WA0000.jpg

 

Mengembalikan Penglihatan Penduduk Miskin di NTT - Operasi Putaran Oktober 2016

 

Kebutaan masih dapat disembuhkan

Lebih dari 3,4 juta orang di Indonesia membutuhkan penanganan untuk penyakit katarak. Bahkan angka ini kemungkinan besar akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Apalagi masalah utamanya, dari angka tersebut kebanyakan sudah tidak dapat melihat dan menggantungkan diri pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Padahal, penyakit katarak tersebut dapat disembuhkan melalui operasi medis yang hanya memakan waktu 15 menit.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa penyakit katarak muncul dan berkembang dalam waktu yang lama karena terpapar sinar ultra violet dari matahari secara terus menerus. Bahkan beberapa orang sudah terkena katarak pada usia yang sangat muda, karena mereka memiliki gen yang rentan terkena penyakit tersebut. Dari penelitian pada anak di NTT, ada dua anak yang masih berusia 15 dan 18 bulan yang sudah terjangkiti katarak. Mereka berasal dari keluarga miskin yang tidak mampu memberikan pengobatan pada sang anak. Selain mereka, banyak anak diantara usia 6-14 tahun yang kehilangan kesempatannya menikmati masa-masa sekolah hanya karena penyakit katarak yang tidak ditangani.

Masalah

Permasalahan utamanya adalah jumlah dokter mata yang berpengalaman di Indonesia hanya 2.000 orang, sementara total populasi Indonesia adalah 250 juta orang lebih. Ini berati hanya ada 2.000 dokter yang berdedikasi untuk melakukan operasi pada 6,8 juta untuk setiap mata.

Sebenarnya, operasi katarak ditanggung oleh BPJS, namun pada kenyataannya di beberapa daerah terpencil, dokter mata sangatlah jarang. Kemiskinan membuat kebutaan yang menghalangi produktifitas orang-orang.

NTT menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia yang sangat kekurangan dokter mata. Bahkan di salah satu daerah di Timor Tengah Selatan, hanya ada satu orang dokter mata.

Solusi

Yayasah Besi Pae (www.besipae.org) bekerja sama dengan Asosiasi Dokter Mata Indonesia, Perdami (www.perdami.or.id) di area Bali peduli dengan permasalahan di NTT tersebut. Pada bulan November 2015, melalui bantuan finansial dari Bambusee Pte Ltd (www.bambusee.com) sudah melakukan tes mata kepada lebih dari 300 orang dan 109 orang berhasil disembuhkan dari katarak melalui operasi. Di bulan Mei 2016, 109 operasi katarak selanjutnya telah dilakukan.

Perdami menyediakan tim  atas 12 dokter spesialis dan perawat selama 5 hari untuk melakukan operasi katarak. Besi Pae menyediakan bantuan logistik dan informasi melalui komunitas mengenai kesempatan untuk melakukan tes mata dan operasi katarak. Besi Pae bekerja sama dengan klinik Maternal Health Care di Soe, Timor Tengah Selatan, yang menjadi tempat operasinya.

Pada bulan Mei 2016, donasi dana melalui Gotong Royong memberikan dukungan dana yang penting dalam kegiatan, memungkinkan perjalanan bagi tim dan menerbangkan peralatan (termasuk 4 mikroskop operasi spesialis) ke Kupang, akomodasi dan transportasi darat.

Dampak

Lebih dari 400 orang telah menjalani tes mata dan lebih dari 100 operasi katarak akan dilakukan. Pada bulan November 2015, tingkat keberhasilan 100% untuk 109 pasien. Pada bulan Mei, 109 operasi sukses dan kami sekarang memiliki lebih dari 350 orang di daftar tunggu untuk operasi selanjutnya.

Perdami akan melatih 3 calon dokter untuk kegiatan sosial ini untuk meningkatkan pengalaman praktek yang krusial sebelum mereka menjadi dokter spesialis mata yang mumpuni. Kini, ketiga calon dokter tersebut dapat menjadi dokter spesialis mata.

Kebutuhan Dana

Yayasan Besipae membutuhkan Rp 60,000,000 untuk melakukan putaran selanjutnya dari operasi pada bulan Oktober 2016. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar tiket (Rp 20,000,000), pengiriman peralatan (Rp 20,000,000), akomodasi dan makanan (Rp 10.000.000), sewa generator (Rp 5.000.000) dan biaya lainnya (Rp 5.000.000). Biaya ini sejalan dengan biaya yang dikeluarkan pada operasi di bulan November 2015  dan Mei 2016. Biaya operasi akan didanai oleh Perdami, sementara Besi Pae memberikan semua dukungan di lokasi dan logistik melalui tim dari relawan dan tidak menerima penghasilan tambahan apapun dari kegiatan tersebut.

default
Julie
Rp. 1.000.000 - Kartu ucapan terima kasih dari pasien
default
Anonymous
Rp. 5.000.000 - Kacamata Bambusee
default
Lesley Wright
Rp. 15.000.000 - Kacamata Bambusee

Please use hashtag #gotongroyong
2016-09-16
Pada 16 Oktober, 15 dokter dan perawat dijadwalkan berangkat menuju Soe

2016-06-14    Project Start !

Rp 21.000.000
of Rp 20.000.000

3 pledger

Successful !

project finished at 2016-10-31

Created By
Besi Pae

,

Kartu ucapan terima kasih dari pasien

(99 of 100 Available)
Kartu ucapan terima kasih dari pasien

T-shirt penghargaan dari Perdami dan BesiPae

(60 of 60 Available)
T-shirt penghargaan dari Perdami dan BesiPae

Kacamata Bambusee

(10 of 12 Available)
Kacamata Bambusee

Mengunjungi Soe dan operasinya

(3 of 3 Available)
Mengunjungi Soe dan operasinya
Share This