• +6221 - 3190 9100
  • support@gotongroyong.fund

Mewujudkan Kampung Hijau dan Kampung Ramah Anak oleh Rumah Baca Lintang

Mewujudkan-Kampung-Hijau-dan-Kampung-Ramah-Anak-oleh-Rumah-Baca-Lintang-pameran-buku.jpg

 

Who we are

Rumah Baca Lintang (RBL) berdiri sejak tahun 2012, berlokasi di Kelurahan Ngelom Taman, Sidoarjo. Berdirinya Rumah Baca Lintang dilatar belakangi atas kondisi nyata yang terjadi di masyarakat di lingkungan tersebut, dimana mayoritas warganya adalah buruh pabrik dengan penghasilan rendah. Tambahan pula, lokasinya merupakan perkampungan padat penduduk dan berada di pinggiran, yang sangat minim sarana edukasi dan bermain.

RBL berfokus pada persoalan pendidikan karakter yang berbasis masyarakat yang belum diperhatikan oleh banyak pihak, sehingga mental, minat dan bakat tidak tergali dan terasah. Dan anak-anak merupakan fase utama dalam pembentukan karakter. Adalah merupakan hak anak untuk mendapatkan edukasi dan sarana bermain yang memadai. Kondisi yang terjadi dewasa ini, dapat mempengaruhi kerapuhan pola pikir dan mental anak – anak dalam menyikapi pergaulan dan arus jaman yang semakin berkembang dan kompleks, yang akan sangat berpengaruh bagi sikap mereka di kala dewasa.

Aktivitas

Saat ini RBL telah memiliki anggota kurang lebih 250 anak, dan mereka aktif terlibat diberbagai kegiatan RBL, diantaranya:

  1. Kelas menulis, mendongeng, menggambar, dan melukis ( ada 14 anak yang karyanya yang telah di muat di surat kabar Kompas)
  2. Kelas musik perkusi & wayang (bermain wayang dengan cerita/tema mengenai lingkungan dan kesehatan)
  3. Kelas impian lintang ( mendatangkan relawan sebagai narasumber)
  4. Kelas permainan kontemporer ( bermain egrang dengan iringan musik dan tarian )
  5. Pendidikan organisasi. Pengurus harian Rumah Baca Lintang adalah anak – anak SD dan SMP dan mereka memiliki tabungan komunitas
  6. Kelas Berbicara di depan umum dan pendidikan umum
  7. RBL Mobile (perpustakaan keliling dengan menyewa Bemo/Angkot)

Kepengurusan RBL sendiri dilakukan oleh para anggotanya, yakni anak-anak SD dan SMP, dengan struktur sebagai berikut:

Pengurus harian ( yang dikelola oleh anak-anak SMP dan SD)

  1. Ketua: Riera Faizah (Kelas 7)
  2. Wakil Ketua: Yhuna Adzariyat (Kelas 7)
  3. Sekretaris 1: Alfiyah (Kelas 7)
  4. Sekretaris 2: Fierna Saviona (Kelas 6)
  5. Bendahara 1: Reytha (kelas 5)
  6. Bendahara 2: Nisfu Aminatus Zahra (Kelas 8)

Kegiatan Inspiratif

Berbagai kegiatan RBL telah banyak dilakukan dan memiliki dampak besar bagi kepribadian para anggota dan lingkungan sekitar.

  • Anggota RBL rutin melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan dan kreatif. Mereka rajin membaca bersama, latihan menulis, dan berbicara di depan umum. Banyak puisi yang mereka buat, telah di muat di Koran harian Kompas.

  • Anak-anak anggota RBL aktif melakukan berbagai kegiatan dan mengikuti pertunjukan di berbagai event. Mereka melakukan edukasi terkait lingkungan dan kesehatan melalui pertunjukan wayang, melakukan olahraga tradisional seperti enggrang, perpustakaan keliling menggunakan bemo/angkot sewaan.

  • Anggota RBL memiliki peraturan larangan untuk membuang sampah sembarangan. Bila ada kejadian, sesama anggota akan saling menegur dan akan dikenai denda (500 rupiah) untuk kemudian dimasukkan ke kas RBL. Hal ini telah berjalan dengan baik, mengingat yang menjalani dan mengingatkan adalah sesama anak-anak, tidak bersifat menggurui.
  • Telah bertahun-tahun limbah rumah potong hewan menjadi masalah yang tidak kunjung usai di daerah Sidoarjo, meski banyak pihak telah melakukan protes. Hingga akhirnya anak-anak RBL membuat puisi dan membacakannya pada saat ada suatu orasi, dan berhasil. Suara mereka di dengar. Saat ini, limbah rumah potong hewan telah dikontrol dan diatasi.

  • Ketika terjadi tragedi kekerasan pada anak Engeline, teman-teman RBL melakukan doa bersama dan pembacaan puisi, dan menggelar suasana hening sebagai bentuk solidaritas. Aksi ini membuat masyarakat khususnya orang dewasa untuk terketuk hatinya, berprihatin, dan menjadikannya sebagai cerminan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

What We Need

Program Kampung Hijau dan Kampung Ramah Anak ini merupakan inisiatif dari anak-anak Rumah Baca Lintang atas keprihatinan mereka terhadap kondisi kampung yang minim tanaman dan tidak ramah bagi anak-anak untuk bermain dan belajar. Udara kampung sangat gersang, ditambah lagi dengan pantulan jalanan yang dipavingisasi, serta rumah yang berdempetan/padat membuat suasana kampung kondusif. Pembuangan sampah juga tidak tertangani dengan baik. Orang tua kebanyakan melarang anak untuk bermain di luar dan mengeksplorasi dunianya karena lingkungan yang tidak baik, dan mengurung anak di dalam rumah.

Di lain sisi, kasus kekerasan terhadap anak secara fisik, seksual, dan verbal masih sering terjadi, baik itu yang dilakukan oleh orangtua, masyarakat sekitar dan teman sebaya. Amanat UU No 35 tentang perlindungan anak belum diketahui dan dipatuhi oleh masyarakat, sehingga hak anak diabaikan.

Oleh karenanya, dua hal yang saling terkait ini ingin diwujudkan oleh Rumah Baca Lintang dalam program Kampung Hijau dan Kampung Ramah Anak.

Tujuan

  1. Menjadikan anak – anak sebagai pelopor perubahan sosial.
  2. Menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini.
  3. Membuat kampung ramah lingkungan (hijau dan bersih ) dan kampung ramah anak.

Rencana program:

  1. Melakukan gerakan penghijauan yang dipelopori oleh kelompok anak-anak Rumah Baca Lintang yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama. Ketika inisiator dan pelopor perubahan dilakukan oleh anak – anak maka kelompok masyarakat akan malu dan sadar akan pentingnya penghijauan di tempat tinggalnya.
  2. Mendorong partisipasi tokoh agama dan masyarakat (kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak) untuk terlibat membuat kampung hijau
  3. Membuat rembuk bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat (ibu-ibu dan bapak-bapak) untuk tersedianya kampung ramah anak, sesuai dengan hak-hak anak yang harus dilindungi.
  4. Mendorong tokoh masyarakat beserta warga untuk membuat Bank Sampah dengan pengelolaan oleh warga.
  5. Menciptakan kebijakan tentang kampung ramah anak dengan melibatkan Lurah, RW, RT dan tokoh agama serta masyarakat sekitar.
  6. Mewujudkan orang tua dan masyarakat yang sadar akan hak anak dan menghindari segala tindak kekerasan dalam bentuk apapun.

Aksi:

  1. Membuat Bank Sampah yang diawali dengan memberi pendidikan ke warga tentang tata cara memilah sampah organik dan non organik. Adapun pematerinya dari anak-anak Rumah Baca Lintang.
  2. Bank sampah adalah lokasi yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah. Setiap akhir minggu, akan disiapkan lokasi di kampung untuk mengumpulkan sampah yang akan disetorkan ke tempat pengepul sampah. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi. Mereka akan mendapat buku tabungan seperti layaknya menabung di bank, dengan nominal nilai sesuai sampah yang mereka setorkan. Anak-anak berperan mengawasi orang tua dan warga lain untuk aktif memilah sampah dan menyetorkannya setiap minggu.
  3. Melakukan pembuatan taman gantung, menanam tanaman di pot, menanam pohon dan tanaman merambat seperti markisa yang akan digantung membentuk kanopi yang merindangi jalanan di area kampung.
  4. Merumuskan kebijakan tentang kampung ramah anak bersama pak lurah, RW, RT dan tokoh agama serta masyarakat sekitar yang harus dipatuhi oleh seluruh warga kampong.
  5. Menyediakan sarana bermain bagi anak-anak, serta membuat tenda-tenda membaca di area tanah kosong di pinggir kali dan juga di area jalanan kampung agar anak-anak semangat dalam belajar.
  6. Membuat Kelas Impian Lintang yang selama ini tersendat pada biaya transportasi tenaga pengajar, misalnya kursus Bahasa Inggris, kelas kesenian, mendongeng dan teater dan life skills yang kesemuanya itu akan diberikan kepada anak-anak gratis (tanpa ditarik iuran). Selama ini para relawan hadir tanpa menarik biaya apapun, namun seringkali terkendala masalah biaya transportasi untuk mendatangkan mereka.
  7. Gerakan membaca dengan RBL Mobile atau perpustakaan keliling. RBL Mobile bisa dilakukan di kampung-kampung atau acara car free day. Dalam pelaksanaanya, Rumah Baca Lintang akan menyewa angkot untuk membawa peralatan permainan tradisional, perkakas peralatan musik, dan buku.

Biaya

Total budget IDR 32,750,000 meliputi kebutuhan kampong hijau seperti bank sampah dan tanaman-tanaman untuk penghijauan, kebutuhan kampong ramah anak seperti kebutuhan Kelas impian untuk menghadirkan tenaga pengajar, sarana peralatan kegiatan seni, dan mendukung kegiatan Rumah Baca Lintang Keliling.

Rewards

  1. IDR 100,000 atau lebih: Puisi dan gambar special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang
  2. IDR 500,000 atau lebih: Tas ramah lingkungan + puisi special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang
  3. IDR 1,000,000 atau lebih: T-shirt + puisi special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang
default
SIMON
Rp. 5.000.000 - T-shirt + puisi
default
Lidia Lim
Rp. 5.000.000 - T-shirt + puisi
default
tim walsh
Rp. 2.500.000 - T-shirt + puisi
default
George Handell
Rp. 1.000.000 - T-shirt + puisi
default
Stevanus Rahardja
Rp. 1.000.000 - T-shirt + puisi
default
Thea
Rp. 500.000 - Tas ramah lingkungan + puisi
default
Sukianto
Rp. 100.000 - Puisi dan Gambar
default
Yayasan Sadar Hati
Rp. 1.500.000 - Tas ramah lingkungan + puisi

Please use hashtag #gotongroyong
2016-02-03
Informasi selama 2 minggu melakukan gerakan kampung hijau dan ramah anak

2015-10-06    Project Start !

Rp 16.600.000
of Rp 15.000.000

8 pledger

Successful !

project finished at 2016-01-31

Created By
Theo Ideo

,

Puisi dan Gambar

(99 of 100 Available)
Puisi dan gambar special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang

Tas ramah lingkungan + puisi

(98 of 100 Available)
Tas ramah lingkungan + puisi special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang

T-shirt + puisi

(95 of 100 Available)
T-shirt + puisi special buatan anak-anak Rumah Baca Lintang
Share This